Balik Atas
Tim Paduan Suara Pesparani Katolik Kab. Nabire Terbentuk
 
Pewarta: Andreas Rumyaan Edisi 09/10/2019
| 288 Views
LP3KDP  sedang menyaring 160 orang peserta lomba Pesta Paduan Suara Rohani (Pesparani) di Gereja KSK Nabire (Foto:Dree/PapuaLives)

Nabire , Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesta Paduan Suara Gerejani Katolik Daerah (LP3KDP) Kabupaten Nabire berhasil menyaring 160 orang peserta lomba Pesta Paduan Suara Rohani (Pesparani) I Katolik tingkat Provinsi Papua.

Ketua LP3KD Nabire, Theodorus Asmanto mengatakan dalam tiga hari seleksi (1-3/10), pihaknya berhasil mendapatkan jumlah yang ditargetkan untuk semua kategori lomba. Yakni kategori Paduan Suara (PS) anak, PS remaja, PS Orang Muda Katolik (OMK), PS wanita sejenis dan PS Campuran dewasa.

“peserta diambil dari umat katolik se – Kabupaten Nabire dari tiga Paroki, satu stasi (setingkat di bawah paroki) serta satu Kuasi (persiapan paroki),” ujar Asmanto di Nabire saat memberikan arahan kepada peserta di Gereja KSK Bukit Meriam. Rabu (9/10/2019).

Dikatakan Asmanto, pesparani katolik adalah kegiatan pertama di Papua dengan tuan rumah Kota Jayapura. Dia mengaku ada tantangan berat yang dihadapi yakni baru bisa mengadakan seleksi padahal lombanya bulan depan (November).

Persoalan yang dihadapi adalah bagaimana menyatukan masing – masing individu dalam satu kelompok dan tidak secepat yang dibayangkan sebab harus melalui beberapa tahapan. Sehingga kedepan diharapkan hasil yang maksimal.

“ini yang kita ingin cepat menyatukan mereka. Sebab nantinya bukan sekedar lomba yang diharapkan gereja, akan tetapi menjadi penumbuh dan pengembangan iman melalui lomba paduan suara,” katanya.

Asmanto berharap bagi peserta yang lolos seleksi untuk periode pertama pesparani di Papua nantinya untuk dapat menularkan kepada teman – temannya untuk bisa mengikuti latihan – latihan paduan suara yang akan di laksanakan di Paroki masing – masing, bukan hanya saat ada lomba nantinya. Tetapi lebih bada tugas – tugas gereja terutama di kombas. Sehingga sehingga dengan bertambahnya tugas dan pelayanan di gereja serta menarik umat lain untuk ikut berpartisipasi, diharapkan kehidupan paduan suara gereja lebih baik lagi ke depannya.

“Maka jika semakin banyak umat ikut paduan suara di kombas, tentunya kedepan kalau ada lomba kita tidak lagi susah mendapat peserta. Dan kepada peserta yang lolos seleksi untuk berlati dengan giat guna mengikuti lomba dengan baik pula,” harapnya.

Sementara itu ketua tim pelatih PS, Priscilla Huwae menambahkan, bahwa dalam rangka persiapan yang hanya memakan waktu satu bulan berlati bahkan waktu yang pendek untuk jenis lagu yang cukup sulit apalagi agd lagu dengan bahasa latin. Sehingga butuh kerja sama yang baik dari semua yang terlibat, untuk itu kita akan atur waktu sedemikian rupa untuk mengelar latihan guna mendapatkan hasil yang maksimal.

Berikan Komentar Anda