TPN-PB Intan Jaya : Tolak Otsus jilid II

Membacakan pernyaatan sikap TNP-PB Intan jaya (foto:Rilispers For PapuaLives)

NABIRE – Tentara Pembebasan Nasional- Papua Barat (TPN-PB) Kabupaten Intan Jaya dengan tegas menolak Otonomi Khusus (Otsus) Jilid II yang di tawar oleh Jakarta. “Kami minta Merdeka Penuh dari segala Intimidasi, Penjajahan Negara Indonesia.”ungkap Brigjen Sabinus Waker Pimpinan Kodap VIII Intan Jaya saat di Mabes TPN-PB Intan Jaya dalam siaran pers yang dikirim kepada media papualives.com Senin (24/08/2020) sore.

” Kami telah merasakan sebelumnya Otsus jilid I dan Nyatanya sudah gagal dan kami kembalikan seluruh tawaran oleh Negara Indonesia,Kami juga menolak tegas atas pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Oleh DPR Papua juga evaluasi Otsus.”kata Waker dalam rilisnya.

Lanjutnya, Pihaknya akan pantau dan pejabat mana yang akan menerima gula-gula dari Jakarta, Namanya Otsus jilid II Karena hak dan kewenangan ada pada Rakyat Papua.

” Rakyat Papua telah sadar bahwa Otsus Adalah Air mata darah yang pernah kirim, oleh Indonesia untuk bangsa Papua dengan demikian, kami sebagai ujung tombak rakyat bangsa Papua menolak.”tegas Waker.*

Sebelumnya juga, Solidaritas Mahasiswa Mee-Pago se-Jayapura juga telah  menggelar aksi menolak Otonomi Khusus (Otsus) yang diberikan oleh pemerintah pusat sejak tahun 2001 lalu, hingga akan berakhir pada tahun 2021 nanti. Menolak karena dengan hadirnya Otsus masyarakat Papua menjadi korban. Oleh karena itu, Mahasiswa asal Mee-Pago minta Refrendum. Aksi ini dirangkai dengan Delaklarasi tolak Otsus jilid II, beberapa waktu lalu di Jayapura.

Koordinator lapangan, Gerson Pigai menyampaikan juga bahwa jika Otsus berakhir di tanah Papua berarti, berakhir pula masa kontrakan pemerintah pusat sudah habis. Oleh sebab itu, kami asal wilayah adat Mee-Pago minta refrendum. Sejak lahir Otsus pada tahun 2001 hingga kini, Otsus gagal, karena masih banyak pelanggaran HAM berat yang terjadi, sepertinya Abepura berdarah pada tahun 2006.

“Hingga kini masih terjadi pertumpahan darah diatas bumi cendrawasih, baru dua hari yang lalu, tewas dua warga sipil di kabupaten Nduga. Oleh karena itu kami mahasiswa tak mau lagi lanjutkan Otsus jilid II.” ungkap Pigai.*

Berikan Komentar Anda