Yan Mandenas tegaskan 6 pelaku mutilasi di Timika harus dihukum mati

Anggota Komisi I DPR Republik Indonesia, daerah pemilihan Papua, Yan Permenas Mandenas saat memberikan keterangan pers. (Foto: Istimewa)

JAYAPURA – Anggota Komisi I DPR Republik Indonesia, daerah pemilihan Papua, Yan Permenas Mandenas menegaskan agar keenam pelaku yang menewaskan empat warga sipil asal Nduga di Timika hingga memutilasi harus dihukum mati melalui peradilan negeri.

“Karena akibat kelakuan enam anggota TNI ini telah mencoreng nama baik institusi TNI. Saya minta dengan tegas kepada Pangdam dan Panglima TNI agar memecat mereka dengan tidak terhormat, dan melakukan proses hukum yang setimpal atas perbuatan mereka, serta harus buka-bukaan supaya ada kepuasan tersendiri bagi publik,” ujar Yan Permenas Mandenas ketika dikonfirmasi melalui selulernya, Minggu, (4/9/2022).

Bacaan Lainnya

Ia bahkan mengutuk keras keenam pelaku mutilasi yang notabene sebagai anggota TNI yang seharusnya bertugas sebagai pelindung dan pengayom masyarakat serta benteng negara Indonesia.

“Ini peristiwa yang sangat tidak manusiawi. Dibunuh kok dimutilasi lagi, saya sangat mengutuk keras kepada keenam pelaku. Saya sangat sayangkan mental anggota TNI seperti ini,” ucapnya.

Anggota Fraksi Gerindra ini menegaskan, secara kelembagaan pihaknya bakal memanggil Panglima TNI dan  Kepala Staf TNI Angkatan Darat guna meminta kronologi dan langkah-langkah selanjutnya agar bisa dipertanggungjawabkan kepada publik.

“Kasus ini lebih bahaya daripada kasus Sambo. Sambo hanya tembak satu orang, tapi enam anggota TNI di Timika bunuh dan mutilasi terhadap empat warga sipil. Untuk itu, pak Panglima dan pak Kepala staf angkatan darat akan kami undang untuk meminta penjelasan lebih lanjut terkait kasus ini,” katanya.

Ia bahkan mengapresiasi langkah Panglima TNI yang telah mengambil tindakan tegas kepada oknum yang diduga sebagai pelaku. Ia harap proses ini harus transparan dan terbuka kepada publik terutama pada keluarga korban.

“Saya minta teman-teman media juga harus kawal. Harus angkat terus, jangan sampai kasus ini pelan-pelan tenggelam,” ucapnya. (*)

Berikan Komentar Anda

Pos terkait