Yulianus Kuayo: SMK Di Papua, Siap Jadi Sekolah Unggul 5 Tahun Mendatang


Jayapura – Kepala Bidang Pembina SMK Dinas Pendidikan Papua Yulianus Kuayo mengatakan bahwa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Se Tanah Papua, Siap menjadi sekolah unggul di Provinsi Papua 5 tahun mendatang.
Sebetulnya SMK harus menjadi sekolah industry diatas Tanah Papua. Kenapa harus sekolah industry, karena SMK itu salah satu satuan pendidikan formal yang bergerak guna menyiapakan siswa yang memiliki kemampuan akademik yang terakhirnya akan memilik ijazah dan sertifikat kompotensi. Sertifikat kompotensi itu, dalam proses pembelajaran harus dibekali dengan berbagai praktek keterlampilan yang ada di SMK.
“Katanya Kepada Wartawan Papualives.com pada Kamis 03/12/2020 siang tadi di ruang kerjanya”
SMK adalah satuan pendidikan yang menyiapkan lulusan yang memiliki ketrampilan, oleh karena itu SMK harus di dorong sebagai sekolah industry diatas tanah Papua. SMK bisa orang katakan bahwa sekolah industry itu ketiga sekolah memproduk prodak prodak dari semua jurusan yang terterah dalam SMK itu sendiri. Kami dari bidang sudah dua tahun lalu kami melakuan revitalisasi dan ini juga mempunyai dasar, dasarnya adalah Impres nomor 9 tahun 2016 tentang revitalisasi SMK dimana Gubernur diberi beberapa tugas salah satunyaa dalah penataan kelembagaan SMK.
Di Provinsi Papua terdapat beberapa SMK di lima wilayah Adat yang kami memnagan mendorang menghidupkan kembali pendidikan yang mengelolah sumber daya alam (SDA) terutama Perternakan, Perkebunaan dalan lainnya, Makan beberaka SMK itu kami sudah mendorong mereka harus mempunyai (TEVA) Ticim Vitori, TEVA adalah gabungan dari Ticim Vitori maka itu setiap jurusan di SMK itu punya usahan sendiri sendiri yang di gabungakan menjadi Teva atau unik produksi. Jika semua ticin voktori dari semua jurusan hidup dan bergerak dan digabungakan menjadi satu bendera yang namanya TEVA atau Unit Produksi maka dengan sendirinya akan di katakan sekolah mini industry.
Lanjutan Kuayo, Di Provinsi Papua terdapat 138 SMK .Dari 138 SMK in, dan dari perkembanag yang ada hamper semua SMK itu memiliki unit produksi mereka. Diwilayah Meepago dan Lapago yang dianggap pedalaman punya mereka mempunyai unit produksi,ini salah satu kebangaan dari kami. SMK Negeri 1 Dogiyai Mempunyai Produksi Abon dari ikan dan sapi , ternak ungags, dan kandang ternak babi dan itu menghasilkan uang. Namun di SMK Negeri di Deiyai juga mempunyai ternak ayam buluh buler terus SMKS Karel Gobai Paniai mempunyai Hotel Mini. Hotel Mini ini lebih kepada Home Stay dan SMK Negeri 4 Koya mempunya banyak produk yang sedang dikeloah diantar Ubi kuning jadi tepung, Kue, Mempunyai kadang ayam yang biasa menampung 10.000 ekor bibit ayam namun kini yang tersedia hanya 4000 ekor dsan yang kerja adalah siswa SMKR N 4 Koya, salah satu SMK di Merauke tanah miring mereja juga sudah 12 prodak salah satunya adalah saran semut di oleh menjadi teh, SMK N Kota Jayapura memproduk garam, SMK N 1 Nabire Prodak Buah Semangga.“Kata Kabid SMK kepada Awak Media.”
Kabid Mengatakan, SMK di wilayah Meepago akan khusus refitalisasi,SMK Dogiyai,Deiyai dan Paniai ada tiga SMK. Khusus untuk tiga SMK di Kabupaten Paniai kami akan melihat kebijakan Bupati, Karena kebijakan bupati dia lebih kepada perkebunan, wisata rohani untuk danau paniai kami SMK I ini sementara kami membantu meyiapan SDMnya melalui perhotelaan. Perhotelan ini bukan hotel permanen akan tetapi dia lebih kepada home stay. Bagaimana Orang Mee Paniai itu diajarkan sector dibagaian pariwisata terumata dengan adanya home stay. Data BPS pada setiap tahun kurabg 2000 wisatawan penunjung akanntetapi disana tidak ada hotel oleh karena itu Tahun ini kami bangun mini hotel di SMK N 1 Paniai ada awal januari kami akan resmikan. Dengan adanya home stay ini, dimana rangkah awal untuk anak anak mee juga berkalir di bidang wirausah di sector pariwisata ini kami sedang usaha.
Sementara itu Dogiyai kami sedang focus pada pertanian berkebunan dan lainnya. Namun kami punya wacana untuk bagaimana untuk mengelolah “Hepoo Nota” menjadi tepung dan juga menjadi kue menjadi ciri khas diwilayah itu, dan SMK N 1 deiyai Kami focus pada teknologi, semua sarana kami sedang benahi terutama guru yang juga tenaga pengajar. Dengan pengerakan ini, mudah mudahan 5 tahun kedepan kalau standard nasiosiol terpenuhi, pasti kami akan lebih pada pengawal peningkat mutuh lalu desain desain dan siswa lilusan SMK harus ke Negara Negara lain, sepertinya Pariwisata Paniai kami akan dorong mereka ke Selandia baru, Chinia guna belajar desain disana lalui untuk teknologi pertanian ke Jepan dan Jerman untuk memperdalam keahliannya dan ini perlu perhatian serius oleh Para Bupati agar harapan kita terwujud “Ungkapnya”

Kuayo mengapresia kepada 138 Kelapa sekolah SMK di Provinsi Papua, Karena mereka semua mempunyai niat, kmitmen punya mimpi yang sama. Ada sekolah yang muncul da nada sekolah yang tidak itu sebetulnya bukan karena kemampuan guru akan tetapi hanya kekurangan sarananya. Ada sekolah yang standsar sudah terpenuh da nada sekolah yang standard belum terpenuhi akan tetapi dari sisi semangan komitmen dan mimpi mimpi untuk mau merubah SMK ada oleh saya mengapresiasi kepada semua kepala sekolah.”Pungkasnya”.

Kepala Bidang Pembina SMK Dinas Pendidikan Papua Yulianus Kuayo.

Berikan Komentar Anda