Penting memahami “Teks” dan “Konteks” dalam dinamika kehidupan

Oleh Felix Degei, S. Pd., M. Ed*

Pendahuluan

Manusia hidup tidak terlepas dari dinamika kehidupannya. Perubahan dalam kehidupan manusia selalu dipengaruhi oleh lima faktor: situasi, kondisi, tolerasi, pandangan dan jangkauan yang lazim disingkat ‘sikontolpanjang’. Kelima faktor tersebut selalu mempengaruhi cara pandang setiap orang tentang kehidupan. Oleh sebab itu, kita mesti bijak dalam menginterpretasikan setiap informasi yang beredar. Ada dua aspek yang kita harus jeli dalam membaca untuk memahaminya yakni ‘teks’ dan ‘konteks’. Untuk itu pada bagian selanjutnya hendak membahas: 1). Apa yang dimaksud dengan ‘teks’?; 2). Apa yang dimaksud dengan ‘konteks’? dan 3). Apa esensi memahami ‘teks’ dan ‘konteks’ dalam dinamika kehidupan?

Pertama: Apa yang dimaksud dengan ‘teks’?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI edisi kelima) Online: Teks adalah naskah yang berupa kata-kata asli dari pengarang. Dalam ilmu bahasa (linguistik) pengertian ‘teks’ mirip dengan arti denotasi atau arti literal primer dari suatu kata. Sehingga teks memuat makna sesuai yang tertulis atau tersurat dalam bentuk huruf, suku kata, kata, kalimat hingga sebuah paragraf.

Kedua: Apa yang dimaksud dengan ‘konteks’?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI edisi kelima) Online: Konteks adalah bagian suatu uraian atau kalimat yang dapat mendukung atau menambah kejelasan makna. Dalam ilmu bahasa (linguistik) pengertian ‘konteks’ mirip dengan arti konotasi atau makna yang ditambahkan pada makna denotasi. Konsep pikiran tersebut muncul atas dasar rasa ketika membaca suatu huruf, suku kata, kata, kalimat hingga sebuah paragraf. Sehingga konteks memuat makna di luar dari yang tertulis atau tersirat dalam bentuk huruf, suku kata, kata, kalimat hingga sebuah paragraf.

Ketiga: Apa esensi memahami ‘teks’ dan ‘konteks’ dalam dinamika kehidupan?

Hidup ini dinamis. Setiap orang selalu diperhadapkan dengan berbagai temuan baru (inovasi) seiring maraknya perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK). Pada masa seperti ini kita dituntut harus lebih bijak mengkonsumsi berbagai informasi yang beredar. Agar kita jangan gagal paham hingga salah bertindak.

Peran media juga semakin cepat. Bahkan kini kita dapat menyaksikan berbagai aktivitas yang terselenggara secara langsung online (live). Seakan tidak tidak ada yang rahasia di planet ini sejauh terhubung dengan jaringan internet.

Namun ulasan ini hendak disoroti pada media cetak semata. Dalam media cetak informasi kita tahu setelah melakukan aktivitas membaca. Hal yang patut kita paham adalah yang tertulis belum tentu sama dengan makna tersirat karena konteks yang berbeda.

Misalnya bagi para misionaris pendeta dan pastor mereka harus memiliki ilmu teologi kontekstual agar pewartaannya tidak bias daerah. Kitab Suci Nasrani seutuhnya ditulis dalam ‘teks’ dan ‘konteks’ orang Yahudi. Namun para pewarta kini diharapkan mampu mengaitkan dengan realita hidup kini dan sesuai kondisi dimana misi pewartaan itu terlaksana. Tujuannya hanya satu yakni agar misi pewartaannya terwujud.

Singkat kata setiap huruf, suku kata, kata, kalimat dan paragraf yang tertulis atau tersurat memiliki makna sesuai harapan penulis. Tugas kita (pembaca) adalah dengan jeli membaca dan menelaah maksudnya (intensi). Maksud penulis tidak selamanya seperti yang tertulis karena semua tergantung pada: situasi, kondisi, toleransi, pandangan dan jangkauan (sikontolpanjang) penulis. Namun tidak keliru juga jika kita mengambil hikmah dari setiap ulasan untuk kemaslahatan orang banyak. Salam waras!

Penulis adalah pegiat pendidikan khusus orang asli (indigenous education) tinggal di Nabire Papua.

Berikan Komentar Anda